Sabtu, 22 Januari 2011

Keanekaragaman Hayati - Anggrek

Diposkan oleh Kinanti Hanugera Gusti di 22.51
Reaction: 
Indonesia sebagai negara yang beriklim tropis menyebabkan berbagai jenis tumbuhan dapat tumbuh dengan subur. Bebagai jenis tumbuhan/flora bisa dijumpai di negara ini. Misalkan saja anggrek, gelombang cinta, sansivera, bunga kana, pohon sawo, pohon mangga, dll. Dalam artikel ini akan dibahas secara tuntas tentang seluk beluk flora pesona yaitu anggrek.


















Tanaman anggrek begitu memikat bila dilihat. Bentuknya yang unik, warnanya yang menarik serta harganya yang selangit. Dan satu lagi, tanaman ini dapat berbunga sepanjang tahun sehingga membuat banyak orang mencoba untuk membudidayakannya. Sehingga dengan mudahnya kita melihat anggrek ditanam dan dijual di daerah perkotaan. Sebenarnya, di manakah habitat asli tanaman ini?
















Sebenarnya habitat alami anggrek adalah di hutan, yang lazim disebut anggrek hutan. Namun, tidak semua hutan dapat ditumbuhi oleh tanaman anggrek. Hutan tersebut haruslah memenuhi tiga kriteria, yaitu ketinggian, pencahayaan, dan kelembapan. Ketiga faktor tersebut sangatlah berpengaruh terhadap kelangsungan hidup tanaman anggrek.
Anggrek mempunyai berbagai jenis. Bila dilihat dari cara memperoleh makannnya, tanaman anggrek terbagi menjadi empat jenis, yaitu epifit, teresterial, litofit, dan saprofit.
• Epifit adalah tanaman anggrek yang hidup menumpang pada tanaman induk, tetapi tidak menghisap sari-sari makanannya. Contohnya adalah Phalaenopsis amabilis (anggrek bulan), Cattleya sp, Dendrobium sp, Phalaenopsis sp, Oncidium sp, dan Bulbophyllum beacarii.
• Anggrek terrestrial adalah anggrek yang tumbuh di tanah. Cotohnya anggrek tanah (Spatoglottis plicata) dan anggrek kalajengking (Arachnis flos-aeris).
• Anggrek litofit, yaitu anggrek yang tumbuh pada batu-batuan. Contohnya Dendrobium phalaenopsis.
• Anggrek saprofit adalah tanaman anggrek yang hidup pada tanaman yang sudah mati, seperti humus atau daun-daun kering. Contoh anggrek jenis ini adalah Goodyera sp.
Keempat jenis anggrek di atas sesungguhnya dapat hidup dalam satu hutan sekaligus, asalkan sesuai dengan karateristik habitatnya masing-masing. Namun, Anda juga dapat menanam sendiri di pekarangan rumah, asalkan dengan media dan pencahayaan yang tepat.
Contoh jenis anggrek yang sering dibudidayakan di rumah yaitu anggrek bulan, anggrek merah, dan anggrek hitam. Walaupun jenis anggrek ini tergolong langka. Banyak warga yang membudidayakannya di rumah. Berbagai alasan menjadikan warga mau membudidayakannya di rumah, seperti: harga anggrek tidak semahal harga gelombang cinta, ragam bunga anggrek bervariasi, mempunyai sebaran daerah pertumbuhan yang luas, perawatannya pun mudah, media yang diperlukan untuk menanamnya mudah didapat (arang, sabut kelapa, pakis), dll.
Cara merawat anggrek tidak sesulit yang dipirkan. Berikut ini adalah cara untuk merawat anggrek:
• Lokasi, suhu dan kelembaban: Anggrek akan tumbuh dengan baik di dataran tinggi (di dataran rendah juga bisa hidup, tetapi harus memenuhi ketentuan yang tepat), suhu berkisar 15 – 35 derajat Celcius (suhu optimum 21 derajat Celcius) dengan sirkulasi udara yang baik. Kelembaban udara berkisar 65 – 70 %.
• Cahaya matahari: Tanaman anggrek pantang kena sinar matahari langsung, tetapi masih toleran terhadap sinar matahari pagi (antara jam 7 – 9 pagi). Anggrek yang kurang dapat cahaya matahari tumbuh kurus, berdaun sempit dan panjang, sebaliknya jika kelebihan sinar matahari daun akan menguning seperti terbakar. Anggrek akan tumbuh dengan baik jika digantung di bawah kerimbunan pohon.
• Penyiraman: Tidak ada patokan tepat untuk menyiram anggrek. Cara praktis untuk mengetahui apakah tanaman sudah perlu disiram dengan memantau kondisi media tanamnya. Penyiraman sebaiknya dengan sprayer dan air yang digunakan bebas kaporit dan senyawa kimia lainnya. Anggrek muda lebih membutuhkan banyak air, penyiraman sebaiknya 1 hari 1 kali. Untuk anggrek yang lebih besar, 2 hari sekali cukup memadai. Terlalu banyak air akan membuat anggrek mudah diserang jamur yang menyebabkan daun dan akar membusuk. Bunga anggrek sebaiknya jangan terkena air karena akan cepat rontok.
• Pemupukan: Anggrek perlu dipupuk untuk membuatnya rajin berbunga. Tips untuk memilih pupuk yang tepat adalah pilih pupuk cair (pupuk daun), unsur makro NPK harus disesuaikan dengan usia tanaman (anggrek muda memerlukan unsur N lebih banyak, sedangkan anggrek siap berbunga memerlukan unsur P lebih banyak). Pemupukan dilakukan seminggu sekali dengan dosis 1/2 sdt untuk 1 liter air. Semprotkan larutan pupuk dengan sprayer pada bagian daun dan akar. Pemupukan bisa dilakukan lebih sering dengan mengurangi dosis.
• Media tanam: Media tanam yang baik adalah yang tidak cepat lapuk, memudahkan akar menempel, berongga (porous) untuk sirkulasi udara, dapat menyimpan zat hara, serta tidak mudah menjadi sumber penyakit. Macam media adalah pakis, moss, sabut kelapa, arang kayu, pecahan batu bata atau genteng.
• Pot: Untuk pot bisa dipilih pot tanah atau plastik. Pot tanah bisa menyimpan air, sedangkan pot plastik tidak. Aggrek juga bagus ditanam di blok pakis dan digantung di bawah pohon. Secara berkala sebaiknya dilakukan repotting, misalnya 6 bulan sekali untuk memberi ruang lebih pada akar anggrek.
Anggrek hitam merupakan spesies anggrek yang hanya tumbuh di pulau Kalimantan. Anggrek hitam adalah maskot flora propinsi Kalimantan timur Saat ini, habitat asli anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan namun masih bisa ditemukan di cagar alam Kersik Luway dalam jumlah yang sedikit. Diperkirakan jumlah yang lebih banyak berada di tangan para kolektor anggrek. Karakteristik dari anggrek hitam ini sendiri yaitu memiliki lidah (labellum) berwarna hitam dengan sedikit garis-garis berwarna hijau dan berbulu. Sepal dan petal berwarna hijau muda. Bunganya cukup harum semerbak dan biasa mekar pada bulan Maret hingga Juni. Anggrek hitam termasuk dalam anggrek golongan simpodial bentuk bulb membengkak pada bagian bawah dan daun terjulur di atasnya. Setiap bulb hanya memiliki dua lembar daun saja. Daunnya sendiri sekilas mirip seperti daun pada tunas kelapa muda. Perawatannya pun sama halnya dengan jenis anggrek yang lainnya.
Anggrek bulan Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) adalah salah satu bunga nasional Indonesia. Pertama kali ditemukan oleh seorang ahli botani Belanda Dr. C.L. Blume. Tanaman anggrek tersebar luas mulai dari Malaysia, Indonesia, Papua, Filiphina hingga ke Australia. Cara hidupnya secara epifit dengan menempel pada batang atau cabang pohon di hutan-hutan dan tumbuh subur hingga 600 meter di atas permukaan laut. Jenis tanaman ini tergolong langka karena berkurangnya habitat anggrek dan pengeksloitasi anggrek secara besar-besaran. Banyak masyarakat yang memburu anggrek bulan ini karena indah sekali bentuknya. Anggrek bulan termasuk dalam tanaman anggrek monopodial yang menyukai sedikit cahaya matahari sebagai penunjang hidupnya. Daunnya berwarna hijau dengan bentuk memanjang. Akar-akarnya berwarna putih dan berbentuk bulat memanjang serta terasa berdaging. Bunganya memiliki sedikit keharuman dan waktu mekar yang lama serta dapat tumbuh hingga diameter 10 cm lebih. Perawatannya pun sama seperti halnya merawat jenis anggrek yang lainnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

My Andalasia Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review